Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher dan istri ikut menonton pemutaran perdana film 212 The Power of Love di Bandung, Rabu malam, 9 Mei 2018. Setelah menonton film itu, ia memberi nilai sembilan lebih. “Saya minta masyarakat Jawa Barat menonton film ini,” ujarnya.

Menurut Aher, di film, penonton bisa melihat ada seseorang yang sejak awal dipandang menghina dan memperlakukan agama Islam dengan kurang baik. “Dengan membuat berita-berita yang tidak pas, tentu emosi seseorang pasti menggelora untuk membela agamanya,” katanya. Film itu juga kemudian mempersoalkan orang yang menghina agama Islam.

Aher mengatakan film 212 The Power of Love menggambarkan agama Islam yang rahmatan lil alamin. “Bahwa ada peristiwa yang kurang mengenakkan di sana-sini, insya Allah tidak menggambarkan Islam yang sesungguhnya,” ucapnya.


Umat Islam di negara yang berbineka ini diminta Aher menampilkan agama yang memberikan rahmat dan kesejahteraan bagi alam semesta. “Hidup Islam, hidup Al-Quran, hidup NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” tuturnya.

Para pemain dan kru film 212 The Power of Love dalam pemutaran perdana yang dilaksanakan di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Mei 2018.(Tempo/ Ammy Hetharia)

Mengenai peristiwa aksi 212 yang menjadi latar film, Aher mengatakan hal itu merupakan pembelaan. “Karena ada yang memperlakukan kurang pas, kurang senonoh dengan kalam Allah Alquranulkarim,” ujarnya. Dalam film itu digambarkan kekuatan cinta kepada Tuhan yang bisa mengubah hidup seseorang.

Panitia mengundang Aher dan istri serta tokoh agama Islam dan santri untuk menyaksikan pemutaran perdana film 212 The Power of Love pada Rabu malam, 9 Mei 2018. Sebuah studio bioskop berkapasitas 185 orang penonton diborong tiketnya oleh produser film itu, Erick Yusuf. Tiket seharga Rp 40 ribu pada jam tayang itu kemudian dibagikan gratis ke para undangan.
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: